Sekjen Golkar Ungkap Komunikasi Informal soal Koalisi Permanen Prabowo

Media: Liputan6 | Jurnalis: Delvira Hutabarat | Diterbitkan: Diterbitkan 09 Januari 2026, 06:26 WIB

Sekretaris Jenderal atau Sekjen Partai Golkar Sarmuji. Dia menyatakan partai-partai politik dalam koalisi telah menjalin komunikasi informal untuk membahas wacana koalisi permanen. (Ist)

  • Koalisi pendukung Prabowo solid dan bahas wacana koalisi permanen.
  • Komunikasi informal koalisi permanen mendapat respons positif dari pihak terkait.
  • Golkar mendorong koalisi permanen demi stabilitas politik dan pembangunan berkelanjutan.

Wartasuaraumat.blogspot.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji menegaskan bahwa koalisi pendukung Presiden Prabowo Subianto saat ini berada dalam kondisi solid. Bahkan, ia mengungkapkan partai-partai politik dalam koalisi telah menjalin komunikasi informal untuk membahas wacana koalisi permanen.

“Insyaallah solid. Koalisi permanen bisa terjadi dan memang namanya koalisi itu pasti akan ada sikap-sikap politik yang akan didiskusikan secara intens,” kata Sarmuji di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat (9/1/2026).

Sarmuji menyebutkan, komunikasi terkait wacana koalisi permanen tersebut sejauh ini dilakukan secara informal dan mendapat respons positif dari para pihak.

“Ya ngobrol informal, tanya-tanya, telepon-telepon,” ujarnya.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI itu juga menegaskan bahwa pembahasan koalisi permanen tetap akan memperhatikan aspirasi masyarakat.

Menurutnya, kemungkinan masih diperlukan penyesuaian dalam prosesnya.

“Mungkin harus ada penyesuaian-penyesuaian memperhatikan aspirasi masyarakat. Tapi arahnya sih kelihatannya oke-oke saja,” pungkas Sarmuji.

Anggota Komisi III Fraksi Golkar Irjen Pol (Purn.) Rikwanto menyoroti soal uang konsinyasi atau uang ganti rugi yang dititipkan ke Pengadilan Negeri seperti harta karun.

Golkar Dorong Koalisi Permanen Prabowo

Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia seusai melaksanakan salat Idul Fitri bersama para kader di Masjid Ainul Hikmah, Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat. (Foto: Merdeka.com/Nur Habibie)

Sebelumnya, Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I Tahun 2025 menghasilkan sepuluh keputusan, yang tertuang dalam bentuk rekomendasi atau pernyataan politik Rapimnas I Partai Golkar tahun 2025.

Salah satu sikap dan rekomendasi Golkar adalah mendorong terbentuknya koalisi partai menjadi koalisi permanen. Hal itu seperti disampaikan Ketua Umum atau Ketum Partai Golkar Bahlil Lahadalia.

"Menuju pembentukan Koalisi Permanen yang ideologis dan strategis, berbasis pada kesamaan platform dan agenda kebijakan. Koalisi Permanen ini tidak hanya dibangun untuk memenangkan kontestasi Pemilihan Presiden, tetapi dilembagakan sebagai bentuk kerja sama politik yang mengikat di parlemen dan pemerintahan," ungkap Bahlil dalam keterangannya, Minggu, 21 Desember 2025.

Menurut Bahlil, tujuan koalisi permanen adalah agar pemerintah mendapat dukungan stabil dan menjaga keberlanjutan pembangunan nasional jangka panjang.

"Tujuannya adalah untuk memastikan setiap kebijakan strategis pemerintah memperoleh dukungan politik yang stabil, mempercepat proses pengambilan keputusan, serta menjaga kesinambungan pembangunan nasional dalam jangka panjang. Stabilitas politik merupakan prasyarat utama bagi pembangunan berkelanjutan," papar dia.

Selain itu, lanjut Bahlil, rekomendasi Partai Golkar lainnya adalah Golkar mendukung kebijakan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif, serta peran kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik.

Infografis Bahlil Lahadalia Terpilih Jadi Ketum Partai Golkar. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JPO Sarinah Kembali Dibangun, Pramono Pastikan Pelican Crossing buat Pejalan Kaki Tak Ditutup

Lindungi Keanekaragaman Hayati, Pemerintah Tetapkan Konservasi Perairan Wetar Barat Maluku

Pria di Depok Tewas Ditusuk Gara-Gara Tak Bayar Utang Rp 300 Ribu