BNPB: Tinggal Empat, Semua Kabupaten dan Kota Terdampak Bencana Sudah Beralih ke Transisi Darurat
Media: Liputan6 | Jurnalis: Tim News | Diterbitkan: Diterbitkan 10 Januari 2026, 07:12 WIB
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5468728/original/017753700_1768003203-Cuaca_BNPB.jpeg)
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari. (Istimewa)
- Mayoritas kabupaten/kota di Sumatera beralih status ke transisi darurat bencana.
- Empat kabupaten di Aceh masih tanggap darurat, fokus pemulihan akses dan logistik.
- BNPB imbau waspada bencana susulan akibat cuaca ekstrem dan hujan intensitas tinggi.
Wartasuaraumat.blogspot.com, Jakarta - Sebagian besar kabupaten/kota di daerah bencana Sumatera sudah beralih status dari tanggap darurat ke transisi darurat. Artinya, upaya pemulihan terus berlangsung dan bantuan terus mengalir.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi (Kapusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari (Aam) mengatakan, per Jumat 9 Januari 2026, ada 14 kabupaten/kota di Aceh yang sudah beralih status ke transisi darurat.
Masih ada empat kabupaten/kota yang masih memperpanjang status tanggap darurat di Aceh. Keempatnya adalah Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tamiang, dan Pidie Jaya.
"Ini memang daerah-daerah kabupaten yang saat ini masih kita terus fokuskan pemulihan akses jalan darat. Juga distribusi logistik di titik-titik masyarakat yang masih cukup jauh dari posko kabupaten/kota," ujar Aam, dalam konferensi pers di Gedung BNPB, Jakarta.
Untuk tingkat provinsi, lanjut dia, Gubernur Aceh Muzakir Manaf memperpanjang status darurat hingga 14 hari ke depan atau hingga 22 Januari 2026. Perpanjangan status ini dikarenakan masih ada empat daerah yang masih berstatus tanggap darurat.
"Di Aceh ini pencarian korban masih terus dilakukan karena masih diperpanjang status tanggap darurat," kata Aam.
Untuk Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar), lanjut dia, keduanya sudah bergeser menjadi transisi darurat. Proses pencarian korban sudah dihentikan, meski begitu, tim SAR masih terus stand by jika ada laporan dari warga terkait korban.
"Artinya, jika ada informasi dari masyarakat, ada informasi lokasi atau posisi yang mungkin diidentifikasi sebagai korban, maka tim SAR akan melakukan pencarian di titik tersebut," papar Aam.
Status transisi darurat bencana berarti ancaman bencana mereda, namun dampaknya masih terasa dan memerlukan penanganan lanjutan. Status ini adalah transisi sebelum memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Fokusnya pada stabilisasi dan pemulihan bertahap.
Menkeu Purbaya terkejut mengetahui BNPB hanya memberi makan prajurit TNI maupun Polri selama bantu korban bencana.
Waspada Bencana Susulan, BNPB Imbau Warga Perhatikan Hujan Intensitas Tinggi
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5459973/original/019317500_1767184350-22009.jpg)
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari. (Liputan6.com/Siti Khoirul Inayah)
Sebelumnya, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari (Aam) mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan.
Cuaca ekstrem masih terjadi di beberapa wilayah Sumatera, tak terkecuali di daerah terdampak bencana.
"Kami terus berkomunikasi intensif dengan BMKG," kata Abdul Muhari dalam paparan situasi dan progres penanganan pascabencana di gedung BNPB, Jakarta, Jumat 9 Januari 2026.
Bersama BMKG, BNPB memantau cuaca per tiga jam. Dari pantauan itu nantinya diputuskan apakah akan melakukan modifikasi cuaca atau tidak.
"Kita operasi modifikasi cuaca hingga saat ini masih optimal tiga pesawat per provinsi, dan terus kita lakukan dalam seminggu terakhir ini sudah rotasi 24 jam," kata Aam.
Menurutnya, optimalisasi modifikasi cuaca sangat penting untuk menjamin kondisi cuaca tak berubah ekstrem. Paling tidak, di tengah puncak musim hujan saat ini, kondisi hujan tidak signifikan dan tak menimbulkan bencana susulan.
Waspada Hujan Intensitas Tinggi
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5468727/original/073291200_1768003182-BNPB_Cuaca.jpeg)
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari. (Istimewa)
Aam mencontohkan kondisi hujan yang terjadi di Bener Meriah, Aceh. Luapan air terjadi di beberapa titik di sana.
"Tapi, alhamdulillah, ini tidak meluap ke permukiman dan tidak ada korban atau kerugian material yang signifikan," kata Aam.
Aam juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca beberapa hari ke depan, khususnya besok dan lusa (10-11/1).
Untuk di Aceh, kata dia, beberapa daerah yang harus mewaspadai cuaca hujan antara lain di Aceh Selatan, Aceh Singkil, Subulussalam, Pidie Jaya, Aceh Barat, dan Nagan Raya.
Untuk Sumatera Barat, BMKG memprakirakan hujan akan mengguyur hampir merata di seluruh kabupaten dan kota. Dan untuk besok Sumatra Utara, ada beberapa kabupaten/kota yang terdampak hujan berintensitas tinggi.
Untuk itu, Aam meminta pemerintah daerah ikut mengimbau masyarakat agar tetap waspada.
"Sekiranya hujan intensitas tinggi turun sudah lebih dari dua jam, maka secara mandiri evakuasi dulu untuk sementara. Hindari titik-titik yang mungkin saja terjadi bencana banjir atau longsor susulan," tutup Aam.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4427143/original/071576800_1684059547-230514_JOURNAL_Mengenal_Apa_Itu_Sesar_Lembang_S2.jpg)
Minimnya Kewaspadaan Terhadap Bencana Gempa Bumi di Indonesia. (Liputan6.com/Abdillah)
Komentar
Posting Komentar