BNPB: Pembangunan 270 Jembatan Bailey Dikebut, Hubungkan Jalan Nasional hingga Desa
Media: Liputan6 | Jurnalis: Tim News | Diterbitkan: Diterbitkan 10 Januari 2026, 07:35 WIB
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5459973/original/019317500_1767184350-22009.jpg)
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari. (Liputan6.com/Siti Khoirul Inayah)
- Pemerintah memasang 270 jembatan bailey di Aceh, Sumut, Sumbar untuk pulihkan akses pascabencana.
- Jembatan ini menghubungkan jalan nasional hingga desa, mempercepat mobilitas dan ekonomi warga.
- Beberapa jembatan bailey sudah rampung dan digunakan, seperti di Nagan Raya, Aceh.
Wartasuaraumat.blogspot.com, Jakarta - Pemasangan 270 unit jembatan darurat bailey untuk tiga provinsi terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) dikebut pemerintah.
Jembatan tersebut tidak hanya menghubungkan akses di jalan-jalan nasional, tetapi juga menghubungkan masyarakat ke jalan kabupaten hingga desa.
Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari (Aam) dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta pada Jumat 9 Januari 2026.
"Untuk jembatan bailey, ini total akan dipasang 270 unit di tiga provinsi secara keseluruhan. Memang akan terus berproses pemasangannya. Jadi, tidak hanya akan menghubungkan jalan-jalan utama atau jalan nasional, tetapi juga masuk ke jalan-jalan kabupaten, jalan kecamatan, hingga jalan desa," ujar Aam.
Dia mengatakan jembatan-jembatan yang terputus akibat banjir nantinya akan terhubung oleh jembatan bailey. Agar masyarakat bise secepatnya bisa melakukan mobilitas antardaerah.
"Jadi, hampir semua nanti jembatan-jembatan yang saat ini terputus, kita akan koneksikan kembali dengan menggunakan jembatan bailey," kata Aam.
Dia juga memaparkan beberapa jembatan bailey yang sudah rampung dan sudah digunakan. Salah satunya jembatan bailey Beutong Ateuh Banggalang, di Kabupaten Nagan Raya, Aceh.
Jembatan ini telah diuji coba dan dilewati oleh masyarakat. Jembatan ini memiliki panjang 30 meter, lebar 4,2 meter, dan kapasitas beban maksimal 18 ton.
"Jembatan ini sudah diresmikan dan dibuka untuk umum serta diap mendukung pemulihan akses transportasi utama antarwilayah," terang Aam.
Nyaris sebulan berlalu jumlah korban banjir dan longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatra terus bertambah, karena korban terus ditemukan. BNPB mencatat hingga 25 Desember jumlah korban meninggal dunia mencapai 1.129 orang.
Sejumlah Jembatan Bailey di Aceh Hampir Rampung
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5459972/original/069680400_1767184349-22011.jpg)
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari. (Liputan6.com/Siti Khoirul Inayah)
Sejumlah jembatan bailey di Aceh juga hampir rampung. Misalnya, jembatan bailey yang menghubungkan Kecamatan Bandar Khelipah dan Permatan, Bener Meriah. Progresnya mencapai 75 persen.
Sementara, di Timbang Gajah, Bener Meriah, masih dalam proses pemasangan. Khusus untuk Dusun Uning, Desa Pining, Gayo Lues, pemerintah tengah melakukan pembersihan akses jalan.
Pеmаѕаngаn jembatan ini mеruраkаn bagian dari lаngkаh реrсераtаn pembangunan іnfrаѕtruktur уаng dilakukan pemerintah pada аwаl 2026. Uрауа tersebut ditujukan untuk mеmреrсераt реmulіhаn mobilitas wаrgа, ѕеkаlіguѕ mеndоrоng kembali rоdа perekonomian dі wіlауаh tеrdаmраk bencana.
Sebelumnya, sebagian besar kabupaten/kota di daerah bencana Sumatera sudah beralih status dari tanggap darurat ke transisi darurat. Artinya, upaya pemulihan terus berlangsung dan bantuan terus mengalir.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi (Kapusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari (Aam) mengatakan, per Jumat 9 Januari 2026, ada 14 kabupaten/kota di Aceh yang sudah beralih status ke transisi darurat.
BNPB: Tinggal Empat, Semua Kabupaten dan Kota Terdampak Bencana Sudah Beralih ke Transisi Darurat
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5468728/original/017753700_1768003203-Cuaca_BNPB.jpeg)
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari. (Istimewa)
Masih ada empat kabupaten/kota yang masih memperpanjang status tanggap darurat di Aceh. Keempatnya adalah Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tamiang, dan Pidie Jaya.
"Ini memang daerah-daerah kabupaten yang saat ini masih kita terus fokuskan pemulihan akses jalan darat. Juga distribusi logistik di titik-titik masyarakat yang masih cukup jauh dari posko kabupaten/kota," ujar Aam, dalam konferensi pers di Gedung BNPB, Jakarta.
Untuk tingkat provinsi, lanjut dia, Gubernur Aceh Muzakir Manaf memperpanjang status darurat hingga 14 hari ke depan atau hingga 22 Januari 2026. Perpanjangan status ini dikarenakan masih ada empat daerah yang masih berstatus tanggap darurat.
"Di Aceh ini pencarian korban masih terus dilakukan karena masih diperpanjang status tanggap darurat," kata Aam.
Untuk Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar), lanjut dia, keduanya sudah bergeser menjadi transisi darurat. Proses pencarian korban sudah dihentikan, meski begitu, tim SAR masih terus stand by jika ada laporan dari warga terkait korban.
"Artinya, jika ada informasi dari masyarakat, ada informasi lokasi atau posisi yang mungkin diidentifikasi sebagai korban, maka tim SAR akan melakukan pencarian di titik tersebut," papar Aam.
Status transisi darurat bencana berarti ancaman bencana mereda, namun dampaknya masih terasa dan memerlukan penanganan lanjutan. Status ini adalah transisi sebelum memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Fokusnya pada stabilisasi dan pemulihan bertahap.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5433445/original/041022400_1764844206-Infografis_Kerugian_Sumatera_CMS.jpg)
Infografis Kerugian hingga Korban Banjir Sumatera Per 4 Desember 2025. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)
Komentar
Posting Komentar