Ada Hari Apa Saja yang Diperingati Setiap 9 Januari? Yuk Simak!

Media: Liputan6 | Jurnalis: Debby Alifah Maulida | Diterbitkan: Diterbitkan 09 Januari 2026, 06:30 WIB

Ilustrasi kalender 2026. Foto: Gemini

  • 9 Januari menandai Hari Koreografer, Hari Martir Panama, dan Hari Apresiasi Penegak Hukum.
  • Musisi legendaris Gombloh meninggal dunia pada 9 Januari.
  • Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 jatuh pada 9 Januari, menewaskan seluruh penumpang.

Wartasuaraumat.blogspot.com, Jakarta - Tanggal 9 Januari terdapat berbagai peringatan bersejarah. Hari ini diperingati sebagai Hari Koreografer Internasional.

Peringatan hari ini ditujukan untuk menghargai jasa para koreografer yang memiliki peran penting dalam setiap pertunjukan tari.

Koreografer berperan penting dalam perancangan, perencanaan, dan pengaturan dalam mempersiapkan kombinasi gerakan tari.

Hari ini, Jumat (9/1/2026) juga diperingati sebagai Hari Martir di Panama. Penetapan hari ini ditujukan untuk memperingati kerusuhan anti Amerika atas kedaulatan Zona Terusan Panama pada tanggal 9 Januari 1964. Sejumlah mahasiswa pun tewas dalam peristiwa ini akibat bentrokan yang terjadi dengan aparat kepolisian.

Selain itu, hari ini juga diperingati sebagai Hari Apresiasi Penegak Hukum Nasional. Penegak hukum telah berjasa besar untuk masyarakat. Mereka telah mengabdikan dirinya untuk membela masyarakat yang belum mendapatkan keadilan dengan layak.

Tak kalah menarik, hari ini merupakan hari berkabung bagi jajaran musisi di Indonesia. Pada hari ini, musisi legendaris yang dikenal dengan nama Gombloh meninggal dunia.

Gombloh terkenal dengan sejumlah karya musik bertema nasionalis, salah satunya adalah lagu berjudul Kebyar-Kebyar.

Terakhir, pada hari ini telah terjadi tragedi memilukan dalam dunia dirgantara Indonesia. Tepat enam tahun yang lalu, pesawat Sriwijaya Air SJ 182 jatuh di perairan Kepulauan Seribu. Insiden ini menewaskan seluruh penumpang yang ikut dalam penerbangan tersebut.

Berikut sederet peringatan yang jatuh pada 9 Januari dihimpun oleh Tim News Liputan6.com dari berbagai sumber:

Musibah kembali menimpa industri penerbangan Indonesia. Yang teranyar, pesawat Boeing 737-500 milik Sriwijaya Air jatuh di Kepulauan Seribu pada 9 Januari 2020. Mungkinkah insiden ini jadi momentum evaluasi penerbangan di Indonesia?

Hari Koreografer Internasional

Ilustrasi menari, seni tari, koreografer. (Image by freepik)

Dilansir Liputan6.com dari National Today, berdasarkan bukti arkeologis eksistensi seni tari telah ada selama berabad-abad. Seni tari telah digunakan untuk tujuan budaya, keagamaan, dan komunikasi.

Tari adalah bentuk ekspresi sosial masyarakat dan tak jarang dijadikan sebagai bagian dari ritual suatu kebudayaan.

Bukti perkembangan sejarah tari ditemukan di sebuah kuil di India dan Mesir Kuno. Dalam kuil tersebut, ditemukan sejumlah ukiran yang menunjukan bahwa seni tari telah berkembang di negara tersebut sejak lama.

Seiring waktu, seni tari telah mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Seni tari menjadi lebih terstruktur. Kombinasi antara, tari, musik, dan pertunjukan pun mulai terlihat. Para seniman tari juga mulai memperbaiki koreografi mereka.

Sekitar tahun 1900-an, kata koreografi dan koreografer mulai diperkenalkan. Istilah koreografi muncul pertama kalinya dalam kamus Inggris-Amerika.

Sementara, istilah koreografer digunakan pertama kalinya untuk memberikan penghargaan kepada George Balanchine atas pertunjukan broadway “On Your Toes”.

Sejak saat itu, masyarakat dunia mulai merayakan hari ini sebagai Hari Koreografi Internasional untuk menghargai para koreografer yang telah berjasa dalam perkembangan sejarah seni tari di dunia.

Hari Koreografer Sedunia dapat dirayakan dengan menonton pertunjukan seni tari secara langsung. Hal ini dapat membuat para koreografer merasa dihargai atas karya-karya yang telah ia dedikasikan untuk masyarakat.

Hari Apresiasi Penegak Hukum Nasional

Prajurit Polri melakukan latihan baris berbaris jelang acara HUT Polri yang ke-71 di Monas, Jakarta, Jumat (7/7). Hut Polri tersebut akan dirayakan tanggal 10 Juli mendatang dengan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Dilansir Liputan6.com dari National Day Calendar, hari ini diperingati sebagai Hari Apresiasi Penegak Hukum Nasional. Baik dari tingkat lokal maupun tingkat negara, para penegak hukum dituntut untuk memiliki dedikasi yang tinggi.

Mereka rela terpisah jauh dari keluarganya untuk mengurus tugas dan tanggung jawabnya dalam membela keadilan masyarakat.

Tak jarang, pekerjaan ini juga hanya dilirik sebelah mata oleh sebagian masyarakat yang tidak mengerti soal pentingnya peran penegak hukum.

Profesi ini secara tak langsung membuat mereka berada dalam posisi bahaya. Para penegak hukum kerap kali mendapatkan ancaman dari sejumlah pihak yang memiliki kekuasaan tinggi. Profesionalisme dan kesetiaan mereka terhadap masyarakat sering diuji dengan berbagai rayuan.

Pada hari ini, masyarakat dunia memiliki kesempatan untuk berterima kasih dan memberikan tanda penghormatan untuk para penegak hukum. Terdapat berbagai cara untuk memberikan dukungan terhadap para penegak hukum.

Masyarakat dapat merayakan hari ini dengan mengirimkan ucapan terima kasih kepada institusi penegak hukum setempat. Di Indonesia, ucapan ini dapat ditujukan kepada para penegak hukum RI, seperti polri, kejaksaan, hakim hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Perayaan hari ini bukan saja momentum bagi masyarakat untuk berterima kasih kepada para penegak hukum. Hari ini juga menjadi momentum yang tepat bagi para penegak hukum untuk melakukan introspeksi diri.

Penegak hukum sudah semestinya menjalankan tugas dengan tujuan untuk mengabdikan diri pada masyarakat, bukan untuk individu atau kelompok tertentu.

Hari Martir di Panama

Ilustrasi bendera Panama. (Source: AP/ Eric Batista)

Dilansir Liputan6.com dari National Today, Hari Martir di Panama dipicu oleh rasa tidak puas sebagian warga Panama atas penyerahan Zona Terusan Panama secara permanen kepada Amerika Serikat.

Penyerahan tersebut tertuang dalam Perjanjian Hay-Bunau-Varilla. Akibatnya, Zona ini diambil paksa oleh Amerika Serikat.

Kemudian, pada Januari 1963 Presiden Amerika Serikat pada saat itu, John F. Kennedy menyetujui pengibaran bendera Panama dan Amerika Serikat secara bersamaan di semua lokasi non-militer di Zona Terusan Panama.

Namun, Kennedy terbunuh sebelum arahan tersebut sempat dilaksanakan. Sebulan setelah kematian Kennedy, Robert J. Flaming, Gubernur Zona Terusan Panama mengeluarkan perintah eksekutif yang membatasi arahan Kennedy. Robert melarang pengibaran bendera Panama dan Amerika di Zona Terusan Panama.

Kebijakan tersebut memancing kemarahan dari warga Zona Terusan Panama. Mereka melihat hal ini sebagai penyerahan kendali Amerika atas Zona Panama.Warga Zona Panama pun kembali mengibarkan bendera Amerika di seluruh wilayah Zona Terusan Panama.

Mereka melakukan berbagai cara untuk mempertahankan bendera Amerika tetap berkibar di sana. Sejumlah orang yang berusaha menurunkan bendera Panama pun ditahan. Mereka turut menempatkan penjaga untuk mencegah penurunan bendera Amerika.

Kemarahan warga Zona Panama ini diperburuk dengan ketidakhadiran Robert sebagai Gubernur Zona Panama. Saat itu, Robert tengah berada dalam perjalanan dari Karibia menuju Amerika Serikat.

Hari Wafatnya Musisi Gombloh

Gombloh.

Berdasarkan catatan Liputan6.com, Gombloh sudah jatuh cinta dengan musik sejak umurnya yang masih terbilang kecil. Saat umurnya masih kurang dari enam tahun, Gombloh sudah bersemangat dalam mempelajari gitar.

Saat kecil, Gombloh sering berkunjung ke tetangganya yang pintar bermain gitar. Melihat kemahirannya yang berkembang cepat, tetangganya pun semakin senang untuk mengajar Gombloh.

Walau Gombloh tergila-gila pada dunia musik, Ia tetap tidak melupakan kewajiban sekolahnya. Bahkan dalam buku ini disampaikan, Gombloh tergolong murid yang cerdas.

“Cak Su tergolong murid yang cerdas, mampu menangkap pelajaran dengan mudah. Diterangkan satu kali saja, sudah hafal langsung di luar kepala,” ujar dr. Sudjari, adik Gombloh.

Setelah cukup mahir bermain musik, Gombloh tertarik untuk mengamen. Walau Ia adalah sang anak juragan ayam Embong Malang, Gambloh tetap tidak merasa malu untuk mengamen. Ia berkeliling menjual suaranya ke rumah-rumah, toko, warung hingga restoran.

Memang, di antara saudara-saudaranya, Gombloh adalah anak yang paling mbeling atau dengan kata lain susah diatur. Saat kecil, Ia sering pergi dari rumah dan membuat Ibu Gombloh kebingungan.

Di antara anak-anak di Kampung Emblong Malang, Gombloh kecil menjadi anak yang suka mengabaikan perintah untuk mengaji. Berbeda dengan enam saudara lainnya, Gombloh juga kerap mengabaikan ajakan untuk membantu usaha ayahnya, Pak Slamet, sebagai juragan ayam.

Meskipun mbeling, ternyata Gombloh memiliki perasaan yang sangat halus. Gombloh membenci anak-anak yang suka mengejek. Ia juga dikenal sebagai anak yang suka mengalah. Itulah mengapa Gombloh termasuk anak yang jarang berkelahi.

Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182

Banner Infografis Pesawat Sriwijaya Air Jatuh. (Liputan6.com/Abdillah)

Berdasarkan catatan Liputan6.com, Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dinyatakan hilang kontak pada Sabtu, 9 Januari 2021 pukul 14.44 WIB atau sesaat setelah lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pada pukul 14.36 WIB. Pesawat rute Jakarta-Pontianak itu diperkirakan jatuh di perairan Kepulauan Seribu.

Pilot sempat meminta izin naik dari ketinggian 1.700 ke 29.000 kaki pada pukul 14.37 WIB, namun 3 menit kemudian, menara kendali penerbangan atau ATC di Jakarta melihat arah penerbangan pesawat tersebut berbelok pada pukul 14.40 WIB.

Beberapa detik kemudian, pesawat hilang dari radar. Pada pukul 14.44 WIB, pesawat dinyatakan hilang kontak di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Meski demikian, Direktur Utama Sriwijaya Air Jefferson Jauwena memastikan bahwa kondisi pesawat dengan kode registrari PK-CLC itu dalam keadaan baik dan laik terbang sebelum lepas landas.

"Kondisi pesawat dalam keadaan sehat, karena ini adalah rute kedua pesawat ini, sebelumnya Pontianak-Jakarta, informasi maintenance semua lancar," ungkapnya.

Jeff menceritakan, pemberangkatan pesawat SJ 182 menuju Pontianak memang sempat delay atau terlambat terbang selama 30 menit.

Menurut dia, keterlambatan penerbangan pesawat Sriwijaya Air rute Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang menuju Bandara Supadio, Pontianak ini karena faktor cuaca.

"Memang sempat ada delay 30 menit karena faktor cuaca," ungkap Jeff.

Saat itu, hujan sangat deras, maskapai mengkhawatirkan akan membuat penerbangan terganggu. Oleh karena itu, ditunda 30 menit dari jadwal semestinya.

Tak lama setelah hilang kontak, berbagai kesaksian bermunculan terkait hilangnya pesawat Sriwijaya Air tersebut. Warga dan nelayan di Kepulauan Seribu mengaku sempat mendengar bunyi dentuman yang sangat kencang.

Namun mereka tidak mengetahui pasti sumber bunyi itu berasal dari pesawat yang hilang kontak, sebab saat itu sedang hujan deras. Warga menyangka itu suara petir.

Hilang kontaknya maskapai tersebut juga diendus oleh laman Flightradar24. Berdasarkan data Flightradar24, pesawat hilang kontak empat menit setelah lepas landas dari Jakarta.

"Penerbangan Sriwijaya Air SJ182 kehilangan ketinggian lebih dari 10 ribu kaki dalam waktu kurang dari satu menit, sekitar empat menit setelah keberangkatan dari Jakarta," tulis Flighrtradar24 via Twitter.

Infografis 7 Insiden Fatal Pesawat Boeing. (Liputan6.com/Putri Astrian Surahman)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JPO Sarinah Kembali Dibangun, Pramono Pastikan Pelican Crossing buat Pejalan Kaki Tak Ditutup

Lindungi Keanekaragaman Hayati, Pemerintah Tetapkan Konservasi Perairan Wetar Barat Maluku

Pria di Depok Tewas Ditusuk Gara-Gara Tak Bayar Utang Rp 300 Ribu